Minggu, 03 Januari 2016

Interaksi Sosial

 Sebagai makhluk individual manusia mempunyai dorongan atau motif untuk mengadakan hubungan dengan dirinya sendiri, sedangkan sebagai makhluk sosial manusia mempunyai dorongan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, manusia mempunyai dorongan sosial. Dengan adanya dorongan atau motif sosial pada manusia, maka manusia akan mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau untuk mengadakan interaksi. Dengan demikian maka akan terjadilah interaksi antara manusia satu dengan manusia yang lain.
Pengertian interaksi sosial 
Interaksi sosial adalah hubungan antar individu satu dengan individu lainnya. Individu satu dapat mempengaruhi yang lain begitu juga sebaliknya. (definisi secara psikologi sosial). Pada kenyataannya interaksi yang terjadi sesungguhnya tidak sesederhana kelihatannya melainkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Interaksi terjadi karena ditentukan oleh banyak faktor termasuk manusia lain yang ada di sekitar yang memiliki juga perilaku spesifik.

Di dalam interaksi sosial ada kemungkinan individu dapat menyesuaikan dengan yang lain, atau sebaliknya. Pengertian penyesuaian di sini dalam arti yang luas, yaitu bahwa individu dapat melebur diri dengan keadaan di sekitarnya, atau sebaliknya individu dapat mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan dalam diri individu, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh individu yang bersangkutan.
Faktor-faktor dasar penyebab interaksi manusia
a. Faktor imitasi, imitasi merupakan dorongan untuk meniru orang lain.
Menurut Tarde faktor imitasi ini merupakan satu-satunya faktor yang mendasari atau melandasi interaksi sosial. Seperti yang dikemukakan oleh Gerungan (1966:36). Imitasi tidak berlangsung secara otomatis melainkan dipengaruhi oleh sikap menerima dan mengagumi terhadap apa yang diimitasi. Untuk mengadakan imitasi atau meniru ada faktor psikologis lain yang berperan. Dengan kata lain imitasi tidak berlangsung secara otomatis, tetapi ada faktor lain yang ikut berperan, sehingga seseorang mengadakan imitasi. Bagaimana orang dapat mengimitasi sesuatu kalu orang yang bersangkutan tidak mempunyai sikap menerima terhadap apa yang diimitasi itu. Dengan demikian untuk mengimitasi sesuatu perlu adanya sikap menerima, ada sikap mengagumi terhadap apa yang diimitasi itu, karena itu imitasi tidak berlangsung dengan sendirinya. Contoh dari imitasi adalah bahasa; anak belajar berbahasa melalui peniruan terhadap orang lain selain itu mode-mode yang melanda masyarakat berkembang karena faktor imitasi.


b. Faktor sugesti, adalah pengaruh psikis yang diterima tanpa adanya kritik
Yang dimaksud dengan sugesti ialah pengaruh psikis, baik yang datang dari diri sendiri, maupun yang datang dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari individu yang bersangkutan. Karena itu segesti dapat dibedakan (1) auto sugesti, yaitu sugesti terhadap diri sendiri, sugesti yang datang dari dalam diri individu yang bersangkutan, dan (2) hetero sugesti, yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Misal sering seseorang merasa sakit-sakit saja, walaupun secara obyektif yang bersangkutan dalam keadaan sehat-sehat saja terapi karena auto-sugesti orang tersebut merasa tidak dalam keadaan sehat, maka ia merasa tidak sehat. Contoh untuk hetero sugesti adalah misal dalam bidang perdagangan, orang mempropagandakan dagangannya sedemikian rupa, hingga tanpa berfikir lebih lanjut orang termakan propaganda itu, dan menerima saja apa yang diajukan oleh pedagang yang bersangkutan.

Imitasi dan sugesti peranannya dalam interaksi hampir sama besarnya, namun berbeda. Dalam imitasi, orang yang mengimitasi keadaannya aktif sebaliknya dengan yang diimitasi dalam keadaan pasif. Sedangkan dalam sugesti orang dengan sengaja dan aktif memberikan pandangan, norma dan sebagainya agar orang lain menerima.
Terjadinya proses sugesti mengikuti dalil sebagai berikut :
• Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila daya kritisnya dihambat. Orang yang kemampuan berpikirnya kurang atau kurang kritis akan mudah dipengaruhi. Daya kritis tersebut akan terhambat bila orang terkena stimulus yang bersifat emosional. Atau dalam keadaan fisik dan jiwa yang lelah. Misal orang yang telah berjam-jam rapat, ia sudah lelah baik fisik maupun psikologis , adanya keenganan untuk berfikir secara berat, sehingga biasanya dalam keadaan yang demikian orang akan mudah menerima pendapat, pandangan dari pihak lain, atau dengan kata lain orang yang bersangkutan akan mudah menerima sugesti dari pihak lain.
• Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila kemampuan berpikirnya terpecah belah (dissosiasi). Orang mengalami dissosiasi bila orang itu dalam keadaan kebingungan sehingga mudah menerima pengaruh orang lain. Secara psikologis orang yang dalam keadaan bingung berusaha mencari penyelesaian karena jiwanya tidak tenteram sehingga mudah dipengaruhi oleh pihak lain.
• Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila materinya mendapat dukungan orang banyak (sugesti mayoritas). Dalam dalil ini orang akan mudah menrima pandangan, nporma, pendapat dan sebagainya bila hal tersebut telah mendapatkan dukungan mayoritas.
• Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila yang memberikan materi adalah orang yang memiliki otoritas. Walau materi yang diberikan sama tetapi kalau yang memberikan berbeda maka akan terdapat pula perbedaan dalam penerimaan. Orang yang memiliki otoritas akan cenderung mudah diterima karena tingkat kepercayaan yang tinggi
• Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila pada orang yang bersangkutan telah ada pendapat yang mendahului yang searah. Bila dalam diri orang ada pendapat yang telah mendahului dan searah dengan yang disugestikan maka umumnya orang akan mudah menerima pendapat tersebut

c. Faktor identifikasii, adalah dorongan untuk menjadi identik (sama ) dengan orang lain. . Identifikasi adalah suatu istilah yang dikemukakan oleh Freud, seorang tokoh dalam psikologi dalam, khususnya dalam psikoanalisis. Contoh anak-anak belajar norma-norma sosial dari hasil identifikasinya terhadap orang tua mereka. Di dalam identifikasi anak akan mengabil oper sikap-sikap ataupun norma-norma dari orang tuanya yang dijadikan tempat identifikasi itu. Dalam proses identifikasi ini seluruh norma-norma, cita-cita, sikap dan sebagainyadari orang tua sedapat mungkin dijadikan norma-norma, sikap-sikap dan sebagainya itu dari anak sendiri, dan anak menggunakan hal tersebut dalam perilaku sehari-hari.
d. Faktor Simpati, merupakan perasaan tertarik kepada orang lain. Oleh karena merupakan perasaan maka timbulnya atas dasar emosi. Dalam simpati orang merasa tertarik pada orang lain yang seakan-akan berlangsung dengan sendirinya, apa sebabnya tertarik sering tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut. Lawan dari simpati adalah antipati yaitu merupakan penolakan atau bersifat negatif. Sedangkan empati adalah kecenderungan untuk ikut merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan orang lain (feeling with another person).

Teori-teori hubungan interpersonal
Ada 4 model hubungan interpersonal yaitu meliputi :
a. Model pertukaran sosial (social exchange model)
Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya). 
b. Model peranan (role model)
Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.

c. Model permainan (games people play model)
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
• Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
• Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional)
• Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).

Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).

d. Model Interaksional (interacsional model)
Model ini memandang hubungann interpersonal sebagi suatu sistem . Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.


Filosofi "Sepatu"

  1. Bentuknya tak persis sama namun serasi.                                      Kita diciptakan di dunia untuk hidup berpasangan, ada yg tinggi, rendah, cantik, tampan tapi tidak ada yang persis sama namun orang menilainya serasi.
  2. Saat berjalan tak pernah kompak tapi tujuannya sama.                    Kadang untuk mencapai tujuan dengan pasangan kita tidak selalu sama tetapi tetap harus mengkomunikasi maksud dan keinginan dari pasangan kita sehingga dapat tercapai tujuan dan caita-cita kita. Jangan egois itulah kunci dari ke kompakan.
  3. Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi.                                                                                                               Ibarat sepatu dia akan setia dengan posisinya tidak mungkin yang sebelah kiri menjadi sebelah kanan begitupun sebaliknya. Inilah kehidupan di dunia dengan pasangan masing-masing mereka saling melengkapi kekurangan dan kelebihan sehingga bisa tercapai maksud dan cita-cita yang diinginkan
  4. .Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau tinggi.                                                                      Waktu awal kita membeli sepatu baru kita tidak mengerti bagaimana nanti hasilnya setelah kita memakainya. Apakah bisa nyaman baik yang sebelah kanan maupun yang sebelah kiri. Begitu pula dengan pasangan kita waktu sepakat di awal untuk melangkah semuanya sama karena masih baru.kadang baru terasa setelah kita menjalaninya. Disinilah kunci kebesaran hati kita agar tidak egois dan ikhlas dimana untuk mencapai tujuan dan cita-cita kita saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada yang merasa lebih rendah atau lebih tinggi.Toh waktu kita sepakat untuk menerima pasangan sudah mengetahui pribadi masing-masing.                     
  5. Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.                                                                                    Ya itulah kenyataan hidup ketika sepatu yg sebelah hilang atau rusak, sepatu tersebut tidak mempunya arti dan kegunaan lagi. Hal ini juga terjadi pada pasangan kita, ketika yang satu sudah hilang pastinya akan ada perubahan dalam hidup masing-masing.                                                                             
  • Harapan kita ketika kita mulai sepakat untuk hidup berpasangan adalah sejalan sampai tua. Sama seperti kita membeli sepatu dapat mempunyai arti ketika masih berpasangan sampai salah satu sudah rusak, oyak atau hilang

SIFAT PEMIMPIN MENURUT KONSEP FILOSOFI JAWA

HasthabrataPemimpin
Konsep hasthabrata muncul dalam cerita pewayangan Jawa dengan lakon “Iwahyu Makutharama” yang mengisahkan tentang pemberian wejangan (fatwa) seorang Pandita bernama Wiswamitra yang ditujukan kepada Sri Rama yang akan dinobatkan menjadi raja menggantikan ayahandanya. Konon, ajaran hasthabrata tersebut selalu dipedomani untuk dijadikan fatwa terhadap putra mahkota yang akan dinobatkan menjadi raja-raja Jawa. Hasthabrata terdiri dari kata hastha yang berartidelapan dan kata brata yang berarti sifat baik. Hasthabrata dikenal sebagai delapan sifat ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut ajaran Jawa.
Hasthabrata menggambarkan sifat-sifat benda alam yang meliputi:
SURYA (MATAHARI)
KARTIKA (BINTANG)
CANDRA (BULAN)
BAWANA (BUMI)
TIRTA (AIR)
MARUTA (ANGIN)
DAHANA (API)
SAMODRA (LAUTAN)
Brata yang pertama adalah SURYA yang berarti matahari. Matahari adalah pusat kehidupan planet dalam suatu sistem tata surya. Peredaran planet-planet dalam tata surya dikendalikan oleh matahari yang memiliki sifat-sifat : (a) menerangi alam semesta, (b) sebagai sumber energi, (c) keberadaannya sangat dibutuhkan oleh semua planet dan makhluk yang hidup di bumi.
Seorang pemimpin harus memiliki sikap seperti matahari, yang memiliki peran sebagai pengarah dan pengendali, sebagai sumber kekuatan yang digunakan untuk mempengaruhi untuk pengikutnya, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh pengikutnya. Sifat menerangi yang dimiliki oleh matahari dalam bahasa jawa dimaknai sebagai “gawe pepadang marang ruwet rentenging liyan” yang berarti harus mampu membantu mengatasi kesulitan atau memecahkan problem-problem yang dihadapi oleh anak buahnya. Kehadiran matahari adalah membuat dunia terang, yang dapat dimaknai adanya peningkatan dari kegelapan menjadi terang, dari ketidak tahuan menjadi tahu, dari bodoh menuju pandai dan dari tidak berdaya menjadi berdaya.
Brata yang kedua adalah BAWANA yang berarti bumi. Bumi memiliki atmosfer yang melindungi semua makhluk yang hidup di bumi dari radiasi matahari. Tanpa atmosfer, bumi akan sangat panas, dan tidak mungkin makhluk akan dapat hidup di dalamnya. Dengan atmosfer pula benda-benda langit seperti meteor, bila jatuh ke bumi akan terbakar dan kemudian musnah. Bumi juga merupakan tempat untuk mencari nafkah dan mencari sumber kehidupan. Bumi diibaratkan sebagai ibu pertiwi. Sebagai ibu pertiwi, bumi memiliki peran sebagai ibu, yang memiliki sifat keibuan, yang harus memelihara dan menjadi pengasuh, pemomong, dan pengayom bagi makhluk yang hidup di bumi. Implementasinya adalah kalau sanggup menjadi pemimpin harus mampu mengayomi dan melindungi anak buahnya.
Brata yang ketiga adalah CANDRA yang berarti bulan. Bulan memiliki sifat-sifat enak dan menyenangkan bila dipandang. Bulan juga diibaratkan sebagai gambaran kehidupan yang romantis, suasana yang sangat didambakan dalam memadu cinta. Implementasinya bagi pemimpin ialah pemimpin dalam memperlakukan anak buahnya harus dilandasi oleh aspek-aspek sosio-emosional. Dalam memperlakukan anak buah harus humanistik, lemah lembut, penuh perhatian, memperhatikan suasana kejiwaan anak buahnya. Pemimpin harus memperhatikan harkat dan mertabat pengikutnya sebagai sesama. Terhadap pengikutnya harus menghormati sebagai sesama manusia. Dalam konsep Jawa hal ini disebut “nguwongke”.
Brata keempat adalah KARTIKA yang berarti bintang. Secara alami, bintang dapat menunjukkan arah diwaktu malam. Bintang dapat menggambarkan dambaan cita-cita, tumpuan harapan, sumber inspirasi. Seorang pemimpin harus memiliki cita-cita yang tinggi, berpandangan jauh kedepan, pemberi arah, sumber inspirasi, dan tumpuan harapan.
Brata yang kelima adalah TIRTA yang berarti air. Secara alami, air selalu mengalir kebawah. Air selalu berubah bentuknya sesuai tempat dimana air tersebut ditampung. Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan siapapun termasuk pengikutnya (adaptif). Air selalu mengalir ke bawah, artinya pemimpin harus memperhatikan potensi, kebutuhan dan kepentingan pengikutnya, bukan mengikuti kebutuhan atasannya.
Brata yang keenam adalah MARUTA, yang berarti angin. Secara alami angin memiliki sifat menyejukkan, angin membuat segar bagi orang yang kepanasan. Angin sifatnya sangat lembut. Seorang pemimpin harus bisa membuat suasana kepemimpinan sejuk, harmonis, dan menyegarkan. Sifat angin yang lembut juga menggambarkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat lemah-lembut terhadap pengikutnya.
Brata yang ketujuh adalah DAHANA, yang berarti api. Secara alami, api memiliki sifat panas, dan dapat membakar. Seorang pemimpim memiliki sifat pembakar semangat, pengobar semangat, dan memiliki peran sebagai motivator dan inovator bagi pengikutnya.
Brata yang kedelapan adalah SAMODRA, yang berarti lautan atau samudra. Secara alami, lautan sangat luas melebihi luas daratan. Pemimpin harus memiliki wawasan yang luas dan dalam, seluas dan sedalam samudra. Disamping wawasan yang luas, pemimpin harus berjiwa lapang, mudah memaafkan kesalahan orang lain. Samudra juga bersifat menampung seluruh air dan benda-benda yang mengalir kearah laut. Seorang pemimpin harus memiliki sifat menampung semua kebutuhan, kepentingan, dan isi hati dari pengikutnya, serta pemimpin harus bersifat aspiratif.

10 Filosofi Hidup orang Jawa

1. Urip iku Urup. Hidup itu merupakan nyala jiwa. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi setiap orang disekitar kita.

2. Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara. Harus dan wajib hukumnya mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.


3. Sura dira jaya jayaningrat, leburing dening pangastuti. Segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati, dan sabar.


4. Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sakti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha. Berjuang tanpa perlu membawa massa, menang tanpa merendahkan/mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/keturunan. Kaya tanpa didasari hal-hal yang bersifat materi.


5. Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan. Jangan gampang sakit hati manakala musibah/hasutan menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.


6. Aja gumunan, aja getunan, aja kagetn, aja aleman. Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut pada sesuatu, jangan kolokan atau manja.


7. Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan, lan kemareman. Jangan terobsesi atau terpesona dengan kedudukan, materi, dan kepuasan duniawi.


8. Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak celaka. Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.


9. Aja milik barang kang melok, aja mangro mundak kendho. Jangan tergiur dengan hal-hal yang tampak mewah, cantik, dan indah. Jangan berpikir gampang/plin-plan agar tidak kendur niat dan semangat.


10. Aja adigang, adigung, adiguna. Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti

Filosofi Air


Beberapa pekan ini, hampir setiap sore, kota Serang dan sekitarnya diguyur oleh hujan. Kadang bisa dalam bentuk gerimis yang romantis, di lain waktu hujan turun seperti air yang dicurahkan dari langit. Hujan dan air selalu menyibakkan misteri dan inspirasi. Anda pasti mengenal bau tanah basah setelah hujan. 

Bagi saya, bau tanah basah setelah hujan adalah bau yang sangat eksotis. Dengan catatan, bukan tanah yang berada di dekat selokan kotor ya. Biasanya, tanah basah berpadu dengan rerumputan akan menciptakan sensasi bau yang benar-benar membangkitkan imajinasi. 
Seperti hujan sore ini, dari pinggir jalan saya memerhatikan aliran air yang memenuhi selokan. Kemudian ia mengalir entah ke mana. Setelah hujan agak reda, air pun mengalir dari daun dan jatuh kembali ke tanah. 

Sepertinya karena terlalu memerhatikan perilaku air, menurut saya ada tiga filosofi air yang amat mulia dan analog dengan perilaku manusia. Mau tahu filosofinya: 

Pertama, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Kalau saya tidak salah ingat, dahulu saya mendapatkan pelajaran mengenai sifat-sifat air ketika duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Salah satu sifat tersebut adalah perilaku air yang selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Kecuali di zaman modern ketika mesin pompa sudah ditemukan, pada zaman dahulu tentu amat susah untuk menaikkan air dari tanah ke permukaan yang lebih tinggi. Saya yakin, Tuhan menciptakan air agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Menurut saya, sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya. Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada di posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya. Apalagi air identik dengan sumber kehidupan. Maka tidak salah jika sifat pertama ini saya analogikan dengan pemimpin yang melayani. Pemimpin yang melayani adalah sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang ia pimpin. 

Kedua, air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong. Cobalah Anda buat sebuah kotak kedap air yang bersekat tapi memiliki celah. Kemudian isi kotak tersebut dengan air. Air pasti akan berusaha memenuhi kotak tersebut dengan wujudnya. Perlahan tapi pasti, melalui celah antar sekat, air akan mengisi kotak tersebut hingga penuh. Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha mengisi kekosongan hati dari manusia lainnya. Dengan meniru sifat air, kita seharusnya bisa menjadi penolong bagi manusia lainnya yang sedang bermasalah atau kekurangan. Tentu, jika sifat air yang kedua ini benar-benar kita teladani, kita selalu memiliki waktu untuk melengkapi kehidupan manusia lainnya. Artinya, kita menjadi manusia yang senang menolong dan suka berbagi. Karena sebenarnya, batin kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita. 

Ketiga, air selalu mengalir ke muara. Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Sebenarnya saya tidak setuju dengan orang yang menggunakan pepatah “hiduplah mengalir seperti air” untuk menguatkan gaya hidup yang tidak punya arah dan serampangan. Justru sebenarnya dengan kita meniru air yang mengalir, kita seharusnya punya visi kehidupan. Hal utama yang patut diteladani dari perjalanan air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten. Bayangkan, ada berapa banyak hambatan yang dilalui oleh air gunung untuk mencapai muara? Mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi toh akhirnya ia tetap mengalir dan tiba di muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang beberapa minggu. Patut diingat, hal terpenting bukanlah waktu tempuh yang akan dilalui, tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai. 


Filosofi Hidup Orang-Orang Sukses

Sukses, satu kata sederhana yang sarat makna. Bayak orang yang ingin sukses, baik dalam satu bidang tertentu atau banyak hal sekaligus. Namun tidak semuanya berhasil memakai mahkota yang bernama sukses itu. Mengapa hal ini dapat terjadi? Mengapa ada orang yang sukses dan ada yang gagal?
Bayangkan jika sekarang kita menanyai satu per satu orang sukses yang ada di jagad raya ini. Pertama, sudah pasti kita akan kehabisan banyak waktu. Kedua, saat kita menemukan formulanya mungkin kita sudah cukup lelah untuk mengaplikasikannya. Jadi kita harus bagaimana? Ini adalah pertanyaan yang cerdas. NLP mengajarkan kepada kita bahwa sebenarnya pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah jawabannya.
Tahukah kita jika orang yang sukses adalah mereka yang berani keluar dari zona nyamannya. Mereka memiliki impian yang kuat dan mereka juga percaya jika kegagalan bukan hal yang menjadi halangan dan rintangan bagi jalannya. Mereka tidak pernah berkata, “Aku tidak bisa”. Namun mereka selalu berkata, “Mengapa tidak?”. Inilah filosofi orang sukses dalam versi singkatnya.
Orang sukses membangun pondasi kesuksesannya dengan pondasi cakar ayam. Ada tiga penyangga utama dari cakar ayamnya. Mereka tidak hanya yakin, tetapi juga percaya jika inilah pondasi cakar ayam kesuksesan mereka yang istimewa. Jadi, apakah kita semakin tertarik untuk mengetahuinya?
Tiga pondasi cakar ayam kesuksesan tersebut adalah :
  • Apakah kita mampu atau tidak?
Orang sukses tahu dengan seksama akan peta kemampuannya. Mereka dapat mengkur kekuatannya. Jadi mereka tahu apa yang mampu mereka kerjakan atau tidak. Mereka mengukur kemampuan dirinya dengan teliti, selalu berusaha melipat gandakan kemampuannya setiap saat. Oleh karena itu bukan hal yang mustahil jika mereka dapat mencapai banyak kesuksesan. Ternyata mereka sudah tahu cara dan apa yang memungkinkan untuk dicapai.
  • Ketika kita telah belajar sesuatu, kita tidak akan bisa menghapusnya
Orang sukses percaya bahwa kehidupan mereka tidak akan pernah sama seperti sedia kala. Mereka memutuskan hal-hal baru, belajar sesuatu yang menarik baginya karena mereka percaya jika kemampuannya akan membesi dan melekat sepanjang hidupnya. Hasilnya sungguh menggairahkan. Mereka berani mendesain impian yang besar dan semakin tertantang untuk mencapainya. Bagi mereka kesuksesan adalah kebahagian yang berharga setelah mereka mendayagunakan segala daya yang dimiliki. Hebatnya, mereka menikmati proses perjuangan dan tantangannya dengan bergairah.
  • Bertindak seolah-olah seperti yang kita impikan
Orang sukses menjalani proses pencapaiannya dengan bertindak seolah-olah dirinya sudah sukses. Dapat dibayangkan jika ada banyak orang yang mempelajari bagaimana orang sukses menjalani hidupnya. Setelah menemukan semua daftarnya, mereka langsung melakukannya. Mereka melakukan segala sesuatu seperti yang dilakukan orang sukses, baik dari cara berkomunikasinya, melindungi asetnya, membangun jaringan, menghabiskan waktu dengan jeluarganya, dsb. Luar biasanya, mereka berhasil menjadi orang sukses. Jadi dapat kita simpulkan sementara, untuk sukses kita perlu bersikap seolah-olah kita sudah sukses.
Sekarang kita sudah mengetahui filosofi yang menjadi pijakan orang sukses. Kita tidak harus mencobanya mulai sekarang. Percaya atau tidak, ini adalah pilihan kita. Satu hal yang perlu kita pelajari bersama, jika filosofi mereka sudah terbukti sukses, apa lagi yang kita tunggu? Sudah saatnya menjadi lebih bijaksana dalam memutuskan. Salam sukses selalu.

FILOSOFI KOPI

Berikut ini adalah kutipan-kutipan prosa dalam novel “filosofi kopi…”
1.“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?”
2.“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.”
3.“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.”
4.“Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.”
5.“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.”
6.“Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.”
7.“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.”
8.“Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan, atau menghanguskan.”
9.“Aku sudah diperalat oleh seseorang yang merasa punya segala-galanya, menjebakku dalam tantangan bodoh yang cuma jadi pemuas egonya saja, dan aku sendiri terperangkap dalam kesempurnaan palsu, artifisial! serunya gemas, “Aku malu kepada diriku sendiri, kepada semua orang yang sudah kujejali dengan kegomalan Ben’s Perfecto.”
10.Gombal? Aku positif tidak mengerti.
11.”Dan kamu tahu apa kehebatan kopi tiwus itu?” katanya dengan tatapan kosong, “Pak Seno bilang, kopi itu mampu menghasilkan reaksi macam-macam. Dan dia benar. Kopi tiwus telah membuatku sadar, bahwa aku ini barista terburuk. Bukan cuma sok tahu, mencoba membuat filosofi dari kopi lalu memperdagangkannya, tapi yang paling parah, aku sudah merasa membuat kopi paling sempurna di dunia. Bodoh! Bodoooh!”
12.“Dia, yang tidak pernah kamu mengerti. Dia, racun yang membunuhmu perlahan. Dia, yang kamu reka dan kamu cipta. Sebelah darimu menginginkan agar dia datang, membencimu hingga muak dia mendekati gila, menertawakan segala kebodohannya, kehilafan untuk sampai jatuh hati kepadamu, menyesalkan magis yang hadir naluriah setiap kalian berjumpa. Akan kamu kirimkan lagi tiket bioskop, bon restoran, semua tulisannya –dari mulai nota sebaris sampai doa berbait-bait. Dan beceklah pipi-nya karena geli, karena asap dan abu dari benda-benda yang dia hanguskan–bukti bahwa kalian pernah saling tergila-gila–beterbangan masuk ke matanya. Semoga dia pergi dan tak pernah menoleh lagi. Hidupmu, hidupnya, pasti akan lebih mudah.”

13.”Karya adalah anak jiwa, dan ia sepatutnya hidup di alam ternuka”
14.”BEN’s PERFECTO: Sukses adalah wujud kesempurnaan hidup”
15.”KOPI TIWUS: Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya”
16.”Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan”
17.” yang tidak pernah kamu mengerti. Dia, racun yang membunuhmu perlahan. Dia, yang kamu reka dan kamu cipta”
18.”Mendamparkan dirilah kalian di sebuah alam tak dikenal untuk membaca ulang semua kalimat, mengenang setiap inci perjalanan, perjuangan, dan ketabahan hati.”
19.”Sesekali kalian bertemu, berussaha saling bertoleransi atas nama Cinta dan Perjuangan yang Tidak Boleh Sia-Sia. Kamu sudah membayar mahal untuk perjalanan ini. Kamu pertaruhkan segalanya demi apa yang kamu rasa benar. Dan mencintainya menjadi kebenaran tertinggimu.”
20.”Pengalaman merupakan bagian tak terpisahkan dari hubungan yang diikat oleh seutas perasaan mutual.”
21.”Tahukah engkau bahwa cinta yang tersesat adalah pembuta dunia? “
22.”Satu garis jangan sampai kau tepis: MEMBUKA DIRI TIDAK SAMA DENGAN MENYERAHKANNYA.”
23.”Cinta mampu merambah dimensi angka dan rasa sekaligus.”
24.”Terkadang, benda-benda mati justru mendapatkan apa yang paling kita inginkan, dan tak sanggup kita bersaing dengannya. “
25.”alam hati saya tidak mungkin dimengerti siapa-siapa. Tapi kemanapun saya pergi, kamu tetap orang yang paling nyata, paling berarti.
26.”Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya.”
27.”Larilah dalam kebebasan kawanan kuda liar. Hanya dengan begitu, kita mampu memperbudak waktu. Melambungkan mutu dalam hidup yang cuma satu.”
28.”Cinta hanya retorika kalau tidak ada tindakan nyata, yang artinya selama ini dia dikenyangkan dengan bualan.”
29.”Separuh jiwa yang dia pikir hilang ternyata tidak pernah ke mana-mana, hanya berganti sisi, permainan gelap terangnya matahari dan bulan.”
30.”Setelah kita mencoba hidup 24 jam x 7 hari dengan seseorang dan tidak merasa bosan, maka orang itu bisa kita nikahi” Lena berteori.”
31.”Satu demi satu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat.”
32.”… Lepaskan saya seperti saya melepaskan kamu. Hanya dengan begitu kamu nggak pernah kehilangan saya. Kamu nggak pernah kehilangan apapun.”


berikut adalah nilai – nilai prosa yang terkandung dalam kutipan-kutipan novel tersebut :
Manusia dan cinta kasih :
1.“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?”
2.“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.”
19.”Sesekali kalian bertemu, berussaha saling bertoleransi atas nama Cinta dan Perjuangan yang Tidak Boleh Sia-Sia. Kamu sudah membayar mahal untuk perjalanan ini. Kamu pertaruhkan segalanya demi apa yang kamu rasa benar. Dan mencintainya menjadi kebenaran tertinggimu.”
25.”alam hati saya tidak mungkin dimengerti siapa-siapa. Tapi kemanapun saya pergi, kamu tetap orang yang paling nyata, paling berarti.
28.”Cinta hanya retorika kalau tidak ada tindakan nyata, yang artinya selama ini dia dikenyangkan dengan bualan.”
29.”Separuh jiwa yang dia pikir hilang ternyata tidak pernah ke mana-mana, hanya berganti sisi, permainan gelap terangnya matahari dan bulan.”
32.”… Lepaskan saya seperti saya melepaskan kamu. Hanya dengan begitu kamu nggak pernah kehilangan saya. Kamu nggak pernah kehilangan apapun.”

Manusia dan harapan :
3.“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya.”
14.”BEN’s PERFECTO: Sukses adalah wujud kesempurnaan hidup”
24.”Terkadang, benda-benda mati justru mendapatkan apa yang paling kita inginkan, dan tak sanggup kita bersaing dengannya. “
31.”Satu demi satu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat.”


Manusia dan kegelisahan
21.”Tahukah engkau bahwa cinta yang tersesat adalah pembuta dunia? “
32.”… Lepaskan saya seperti saya melepaskan kamu. Hanya dengan begitu kamu nggak pernah kehilangan saya. Kamu nggak pernah kehilangan apapun.”

7.“Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.”

8.“Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan, atau menghanguskan.”

Manusia dan pandangan hidup
18.”Mendamparkan dirilah kalian di sebuah alam tak dikenal untuk membaca ulang semua kalimat, mengenang setiap inci perjalanan, perjuangan, dan ketabahan hati.”
20.”Pengalaman merupakan bagian tak terpisahkan dari hubungan yang diikat oleh seutas perasaan mutual.”
22.”Satu garis jangan sampai kau tepis: MEMBUKA DIRI TIDAK SAMA DENGAN MENYERAHKANNYA.”
23.”Cinta mampu merambah dimensi angka dan rasa sekaligus.”
26.”Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya.”
27.”Larilah dalam kebebasan kawanan kuda liar. Hanya dengan begitu, kita mampu memperbudak waktu. Melambungkan mutu dalam hidup yang cuma satu.”
30.”Setelah kita mencoba hidup 24 jam x 7 hari dengan seseorang dan tidak merasa bosan, maka orang itu bisa kita nikahi”
Novel karya DEE yang berjudul “filosofi kopi” berisi tentang berbagai macam filosofi yang mengandung banyak arti dan makna dalam kehidupan nyata kita seperti dalam cinta kasih,pandangan hidup maupun harapan-harapan kita di dunia nyata yang di sampaikan oleh DEE dengan sangat menyentuh hati…

sumber :